0 di keranjang

Tidak ada produk dalam keranjang.

PEKALONGAN SEBAGAI KOTA BATIK

Sekilas Mengenai Batik Tradisional Dari Pulau Jawa

Batik adalah baik seni dan kerajinan, yang saat ini menjadi lebih populer dan terkenal. Seni menghias kain dengan cara ini, menggunakan lilin dan pewarna, telah dipraktekkan selama berabad-abad terutama di pulau Jawa. Di Jawa, Indonesia, batik merupakan bagian dari tradisi kuno, dan beberapa kain batik terbaik di dunia masih dibuat di sana.

Budaya tradisi membuat batik ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, India, Bangladesh, Sri Lanka, Filipina dan Nigeria. Yang perlu Anda ketahui bahwa batik dari Indonesia adalah yang paling terkenal dalam hal batik. Batik Indonesia dibuat di pulau Jawa memiliki sejarah panjang akulturasi sesuai dengan perkembangan jaman. Batik dari pulau Jawa dengan pola yang beragam dipengaruhi oleh berbagai budaya, dan yang paling maju dalam hal pola, teknik, dan kualitas pengerjaan.

Seperti yang di kutip dari Wikipedia :

Kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna “menulis” dan “titik” yang bermakna “titik”

Untuk membuat batik, kain (dalam bahasa batik : kain mori) yang telah di sketsa (dalam bahasa batik : japlak) di gambar menggunakan lilin (dalam bahasa batik : malam) cair dan panas pada sketsa. Saat ini batik juga dibuat di atas bahan kain lain seperti sutera, poliester, rayon dan bahan sintetis lainnya.

Lilin/malam batik akan dimasukkan ke alat yang dinamakan canting. Terdapat berbagai macam jenis canting yaitu canting tulis, canting popok dan canting cap untuk membentuk motif batik sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain.

Kain yang telah di batik dengan lilin/malam batik kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Bagian tertutup lilin akan terhindar dari bahan pewarna. Proses waxing/pembatikan dan pencelupan dapat diulang untuk menciptakan desain yang lebih rumit dan berwarna-warni. Setelah pencelupan akhir lilin akan dihilangkan dari media kain (dalam bahasa batik : lorod) dan kain menampilkan motif hasil sketsa.

Dan jangan lupa untuk membagikan artikel ini ke teman – teman anda melalui Facebook, Twitter, Google+ dan Pinterest dengan menekan tombol Facebook, Twitter, Google+ dan Pinterest di bawah artikel ini.

Tag: