0 di keranjang

Tidak ada produk dalam keranjang.

PEKALONGAN SEBAGAI KOTA BATIK

Canting Tulis Sebagai Alat Untuk Membatik Tradisional Kuno

Meskipun bentuk seni batik sangat rumit, alat-alat yang digunakan untuk membatik masih sangat sederhana. Canting sebagai alat membatik, diyakini penemuan murni dari masyarakat di pulau Jawa, adalah berupa wadah yang meneteskan lilin atau malam batik dengan ujung yang kecil yang terhubung menggunakan bambu.

Biasanya panjang dari bambu itu adalah sekitar 11 cm. Wadah dari tembaga diisi dengan lilin atau malam batik meleleh dalam keadaan panas dan Artisan batik kemudian menggunakan canting untuk menggambar desain pada kain.

Canting memiliki berbagai ukuran spouts/lubang/titik (nomor sesuai dengan ukuran seperti halnya ukuran ujung bolpen untuk menulis) untuk mencapai efek beragam desain batik. Diameter lubang canting dapat bervariasi dari 1 mm untuk pekerjaan rinci yang sangat detail dan ukuran besar yang digunakan untuk mengisi bidang desain yang lebih besar.

Terkadang segumpal kapas atau kain diikat di mulut canting atau menempel pada tongkat yang bertindak sebagai kuas untuk mengisi di daerah sangat besar dalam hal ini di sebut teknik popok malam.

Dan jangan lupa untuk membagikan artikel ini ke teman – teman anda melalui Facebook, Twitter, Google+ dan Pinterest dengan menekan tombol Facebook, Twitter, Google+ dan Pinterest di bawah artikel ini.

Tag: